Mataram – Ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia tahun 2015 menjadi tanggung jawab tersendiri bagi Pulau Lombok, umumnya NTB. Salah satu bentuk tanggung jawab peredaran barang haram. “Daerah kita sudah menjadi destinasi halal dunia, jangan sampai ada barang haram masuk,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. H. Saiful Muslim.
Barang haram yang dimaksud yakni narkoba maupun minuman keras (miras). Barang haranm tersebut sudah tidak menjadi rahasia, jenis barang haram tersebut hingga kini masih rawan diselundupkan ke destinasi wisata andalan Lombok. Bahkan, Gili Trawangan pun ramai dikatakan sebagai surge bagi pencinta barang haram tersebut karena mudah untuk mengaksesnya.
Menyadari hal tersebut, Gubernur NTB TGB H. M. Zainul Madji langsung menghimbau pihak terkait agar segera menyusun rancangan acara atau sosialisasi tentang bahaya narkoba. Agar semua komponen masyarakat menolak adanya peredaran barang haram tersebut.
Dalam rangka menindaklanjuti imbauan Gubernur NTB, Ketua MUI NTB bersama dengan Kepala BNN Provinsi NTB Kombes Pol Drs. Sriyanto, M.Si bersilaturahmi ke ruang kerja Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin, Kamis (31/12). Silaturahmi ini untuk menyampaikan rencana penyelenggaraan deklarasi antinarkoba besar – besaran di Provinsi NTB. Kegiatan ini rencana akan diikuti oleh 3000 orang dari seluruh lapisan masyarakat Provinsi NTB.
Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin sendiri sangat mengapresiasi niatan tersebut. Menurutnya, hal ini termasuk salah satu cara mendukung program Pemerintah dalam memperbaiki kualitas sumberdaya manusia, khusus generasi muda Provinsi NTB. “Saya harap acara ini tidak hanya dilakukan di Provinsi saja, tapi kalau bisa ke kabupaten/kota di NTB,” Ucap Wakil Gubernur NTB.
Selain narkoba Wakil Gubernur NTB juga menegaskan pentingnya menekan peredaran miras di NTB. Miras sebaiknya hanya diperuntukkan bagi turis mancanegara saja dan di tempat – tempat tertentu. “Kalau bisa untuk warga lokal agar jangan dikasi beli miras. Dijual saja untuk wisatawan asing dan peredarannya di tempat – tempat tertentu saja, karena daerah kita sudah dapat penghargaan Best Halal Tourism.” (Humas BNN Provinsi NTB)
0 komentar:
Posting Komentar