Sumbawa Barat - Hari tembakau sedunia diperingati diseluruh dunia setiap tahun pada tanggal 31 Mei. Gerakan ini menyerukan para perokok agar berpuasa tidak merokok (menghisap tembakau) selam 24 jam serentak di seluruh dunia. Hari ini bertujuan untuk menarik perhatian dunia mengenai menyebarluasnya kebiasaan merokok dan dampak buruknya terhadap kesehatan. Diperkirakan kebiasaan merokok setiap tahunnya menyebabkan kematian sebanyak 5,4 juta jiwa. Tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2015 yang dirilis WHO (World Health Organization) adalah “Beware! Illegal tobacco” yang mempunyai makna “Waspada! Tembakau ilegal”.
Rokok salah satu jenis Narkoba merupakan bahan atau zat bukan Narkotika dan Psikotropika yang dapat mengakibatkan efek adiksi (kecanduan) pada penggunanya. Rokok terdiri dari 7.000 bahan kimia dan lebih dari 70 diantaranya menyebabkan kanker. Zat tersebut akan menumpuk pada saluran pernafasan dan paru-paru. Merokok pada remaja bisa diawali dengan alasan sederhana, namun dapat menjadi kebiasaan seumur hidup. Bahkan sebagian besar perokok dewasa mulai merokok
saat remaja dan 5 dari 10 perokok (48%) adalah pelajar SMA.
Penyalahgunaan tembakau yang dicampur dengan zat kimia saat ini sedang marak dikalangan mahasiswa. Yang lagi rame adalah “Tembakau Super Cap Gorila”, efek dari penyalahgunaan tembakau ini bisa membuat seseorang seperti ditiban seekor gorila besar alias nggak bisa gerak. Memang tembakau ini bukan jenis Narkotika yang bisa menyebabkan penyalahgunanya kecanduan. Kandungan zat kimia ini belum diuji laboratorium oleh BP POM untuk mengetahui efek penyalahgunaan yang ditimbulkannya. Cara mendapatkan tembakau super cap gorila itu biasanya memesan dari mulut ke mulut.
Sasaran dari kegiatan ini adalah pelajar dari SMAN 1 Sekongkang, SMKN 1 Maluk, SMPN 1 Maluk dan MTs Sekongkang. Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia dilakukan pada tanggal 31 Mei 2015 di Aula Gedung Serba Guna Desa Bukit Damai, Kec. Maluk. Bentuk kegiatan ini berupa Seminar Kesehatan, aktualisasi diri peserta Seminar dan Doorprize. Acara ini diselenggarakan oleh Generasi Muda Maluk Anti Rokok (GENMAR) bekerja sama dengan BNN Kab. Sumbawa Barat, Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa Barat dan SOS Internasional yang bertujuan untuk berkontribusi dalam melindungi generasi sekarang dan yang akan datang, bukan hanya dari resiko kesehatan, namun juga dari aspek sosial, lingkungan dan ekonomi dari penggunaan tembakau dan paparan asap tembakau.
Materi Seminar kegiatan ini disampakan oleh Kasi Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kab. Sumbawa Barat dengan judul “Peraturan Menteri Tentang Rokok”, Perwakilan SOS Internasional dengan judul “Efek Negatif Rokok Terhadap Kesehatan” dan Staf Penyuluh BNN Kab. Sumbawa Barat dengan judul “Rokok dan Narkoba”. Dalam paparan, Penyuluh BNN Kab Sumbawa Barat menyampaikan bahwa rokok merupakan pintu gerbang untuk mencoba menyalahgunakan Narkoba. Lebih spesifik lagi, rokok itu sendiri sebenarnya termasuk ke dalam definisi Narkoba. Di tengah maraknya kampanye anti Narkoba di masyarakat, ternyata banyak hal yang harus disadarkan. Merokok kini tidak lagi merupakan masalah kesehatan melulu, tetapi memiliki kompleksitas tersendiri. Pesan dari kegiatan ini adalah “Bantu Remaja Untuk Menolak Hisapan Pertama” dengan mempertimbangkan mengenai dampak kecanduan rokok.
0 komentar:
Posting Komentar